Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan. Di era milenial ini. Gangguan kesehatan mental menjadi “tren” yang mengkhawatirkan. Semakin hari, semakin banyak orang, terutama generasi muda yang tanpa disadari telah mengidap ketidak normalan psikologis.

Faktor penyebabnya pun beragam, seperti genetik, trauma, lingkungan, penggunaan obat-obatan dan lain-lain.

Sayangnya. saat berbicara soal gangguan kesehatan mental, orang cenderung fokus pada perubahan dan efek yang terjadi pada mental dan emosi pada penderita saja.

Padahal gangguan kesehatan mental juga bisa diamati dari berbagai gejalan fisik seperti pada penderita gangguana kecemasan berikut ini:

1.Merasa lelah tak berkesudahan

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

Merasa lelah tak berkesudahan adalah gejala fisik paling umum dari gangguan kecemasan. Hormon stres akan meningkat, sehingga kerap membuatmu jadi lebih sering terjaga dan terlalu waspada. Akhirnya tenagapun terkuras.

2. Gangguan tidur: susah tidur, tidur terus menerus, gelisah di malam hari, atau bangun dalam keadaan lelah

Hubungan antara kecemasan dan tidur sangatlah kompleks. Saat kamu merasa cemas berlebih secara konstan, kamu bisa jadi merasa susah untuk tidur atau bahkan tidur terus menerus. Hal ini dipengaruhi oleh hormon kortisol dan adrenalin serta pikiran yang tidak berhenti mengisi benakmu.

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

3. Detak jantung berakselerasi

Gejala klasik lainnya yang dapat diamati dari gangguan mental ini adalah detak jantung yang meningkat. Dalam keadaaan penuh tekanan, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Reseptor di jantung pun bereaksi dengan cara meningkatkan detak jantung

Baca Juga :Mengapa Saat Kepedasan Hidung Berair?

Darah pun dialirkan lebih banyak ke otot besar sehingga kamu bisa lebih mawas terhadap ancaman. Namun, pada kasus kecemasan, detak jantung yang berakselerasi hanya membuatmu jadi gugup dalam lingkaran setan yang terus berputar.

4. Telapak tangan selalu basah karena keringat

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

Begitu saraf simpatikmu aktif, kelenjar keringat di seluruh tubuhmu juga akan terkena imbasnya. Baik kelenjar ekrin maupun apokrin sama-sama memproduksi lebih banyak keringat.

Bedanya, kelenjar ekrin seperti pada telapak tangan memproduksi keringat yang berbasis air dan tidak berbau. Sementara kelenjar apokrin seperti pada ketiak dan area genital memproduksi keringat yang berbasis lemak dan cenderung berbau.

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

5. Mudah terkejut dan gemetar

Saat merasa cemas, kamu akan jadi lebih antisipatif terhadap hal-hal yang akan terjadi. Sehingga membuatmu terlalu waspada dan jadi mudah terkejut.

Bahkan ketika kamu bermain pokerdewa dan seseorang tiba-tiba menepuk bahumu dari belakan, bukan tidak mungkin kamu akan terlonjak. Selain itu, tubuhmu juga menjadi lebih sering gemetar lantaran efek dari lonjakan hormon.

Gejala Fisik Ini Menandakan Adanya Gangguan Kecemasan

6. Susah menelan

Menurut US National Library of Medicine, gangguan kecemasan juga mengakibatkan beberapa orang merasa lebih susah untuk menelan seolah-olah ada yang mengganjal di dalam kerongkongan.

Kondisi ini disebut sebagai globus sensation. Namun, hingga kini, masih belum ditemukan secara pasti mengapa kecemasan yang berlebihan bisa memberikan dampak ini.

7. Perut kerap bermasalah

Ada hubungan yang spesial antara usus halus dan otak yang kemudian disebut sebagai “the brain-gut axis”, alias sumbu usus otak. Bahkan, saraf tubuh yang terbesar kedua berikut sebanyak 60% sistem imun tubuh ada di sistem pencernaan.

Baca Juga : Lawan Masalah Plastik. Ahli Kembangkan Bioplastik Lebah

Karena itu, saat kamu mengalami gangguan kecemasan, biasanya akan diikuti dengan keluhan di perut seperti sakit perut biasa, konstipasi, diare dan lain sebagainya.

8. Mudah terserang flu dan penyakit lain

Saat berada dalam fase stres yang biasa karena kerjaan atau studi misalnya, kamu jadi lebih mudah terserang penyakit kan? Hal ini juga semakin berlaku ketika kamu mengalami gangguan kecemasan yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Sistem kekebalan tubuh akan menurun dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga kamu pun akan semakin rentan terkena penyakit, termasuk yang sesederhana flu.

Di Indonesia, gangguan kecemasan dan mental secara general masih belum mendapatkan banyak atensi. Selain itu, konsultasi dengan psikolog maupun psikiater juga masih dianggap hal yang cukup tabu.

Padahal kondisi mental yang tidak sehat dan dibiarkan berlangsung dalam waktu yang cukup lama memiliki resiko yang tidak lebih sedikit dibandingkan gangguan kesehatan secara fisik.

Maka dari itu, bila kamu atau orang terdekatmu mengalami situasi ini, jangan malu dan ragu untuk mencari pertolongan. Setiap orang memiliki batas kemampuan masing-masing.

Untuk itulah, masing-masing individu juga memiliki kelebihan lain yang dapat digunakan untuk membantu manusia lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*